Membudaya, Gathak-menggathaki dalam Perdagangan Obat

Obat yang ada dipasaran dan beredar dapat dikategorikan dalam 4 himpunan/kelompok :

1. Obat Mistik

Obat tertua yang muncul pada waktu konsep penyakit dianggap sebagai roh jahat dari dunia mistik/supranatural. Ia masuk kedalam tubuh orang sebagai kutukan/cobaan. Untuk mengeluarkannya perlu tenaga linuwih pada dukun/orang pintar/paranormal. Dukun berpraktek dengan japu-japunya plus ramuan bahan alam yang dia anggap membantu mengusir penyakit (roh jahat) pada diri pasien.

2. Obat Tradisional

Kelompok ini muncul ketika penyakit dianggap berasal dari alam. Mulai ada sisi rasionalnya. Sebagai contoh Pak kromo waktu mencangkul di ladang diterpa angin kencang dan hujan deras, lalu ia jatuh sakit, panas, pegel, pusing dsb. Obatnya diambil dari sekitar dan diramu dari tanaman yang tetap utuh, walaupun diterpa angin dan hujan. Jadilah obat masuk angin atau obat mengeluarkan angin. Penyakit dihubungkan dengan alam ada rasionalnya. Ramuan dipakai turun-temurun hingga membudaya jadilah obat tradisional. Ramuan tradisional ini dikembangkan secara teknoekonomi dan hiper komersial oleh industri farmasi dengan nama dagang (Tolak Angin, Basmingin, Antangin JRG dsb).

Setiap etnik dan suku bangsa mempunyai armamentarium obat tradisionalnya sendiri dan saling dapat diperdagangkan. Jamu Indonesia diekspor dan Indonesia mengimpor obat tradisional asing terbanyak dari Cina. Dalam bungkusnya diberi tanda TI (Tradisional Import). TI bukan singkatan Terapeutik Internasional . Itu sudah menggathaki dalam perdagangan obat, gathak-menggathaki sudah membudaya dan global. Apalagi dengan sistem MLM, tidak ada yang mengawasi. Pasar banjir obat dengan “therapeutic junglenya”. Masayarakat sangat awam tentang masalah ini dan sangat dirugikan. Konsumen obat sangat memerlukan perlindungan berupa regulasi yang berpihak kepada mereka (ada regulasi cenderung berpihak kepada produsen).

3. Obat Herbal

Kelompok ini termasuk generasi ketiga. Pengetahuan Biokimia dan Biomedik mendorong penelitian. Bahan-bahan obat tradisional/bahan obat mistik diekstrak sehingga lebih murni. Kemudian dilakukan percobaan binatang (tikus). Konsep penyakit banyak mengacu secara medik. Bila hasilnya berkolerasi positif, dianggaplah ia sebagai obat dengan level lebih tinggi dari obat tradisional aslinya. hubungan dosis dengan efek belum terbuktikan. Namun demikian promosi pemasaran dilakukan secara intensif, besar-besaran, dengan teknoekonomi canggih dan klaim khasiat berlebih. Harga? barang tentu melambung tinggi, apalagi dengan pemasaran sistem MLM. Rayuan dan gathak-mengghataki akan semakin tidak terkendali. Konsumen seolah-olah terhipnotis mengeluarkan uang.

4. Obat Medik

Kelompok obat ini adalah generasi terakhir. Substansi obat ini bisa berasal dari herbal atau zat kimia murni yang dimurnikan dan terstandard secara farmasi. Hubungan dosis dengan efeknya jelas. Komponen kimianya jelas. indikasi serta kontraindiksi pemakaiannya jela. Perjalanan serta interaksinya didalam tubuh jelas. Cara pemakainnya jelas.

Semua prosedur terstandard secara ilmiah. Regulasinya ketat. Kelompok obat ini terdiri dari obat bebas dan obat etikal. Obat-obat etikal hanya dapat diperdagangkan lewat apotek dengan resep dokter. Tidak boleh dpromosikan secara terbuka. Hanya dalam pertemuan dan media ilmiah saja secara etik para dokter seyogyanya hanya menggunakan kelompok ini karena hanya kelompok obat ini yang telah dibuktikan aman dan efektif secara medik. Asal dipakai dengan rasional ilmiah (tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat dan tepat cara pemakaiannya) serta waspada terhadap efek sampingnya (keniscayaan mengikuti/menggunakan konsep farmalogi klinik).

diambil dari :

Surat Pembaca Suara Merdeka, Selasa, 29 September 2009 oleh : Prof. dr. I. Nasution, SpFK(K)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: