Ke arah mana sebenarnya bisnis harus berpihak ? Mengapa banyak orang lebih berpihak kepada uang daripada spiritualitas?

Ada empat hal yg menjadi penyebabnya :

  1. Karena keyakinan. Kita tidak percaya bahwa keberpihakan kita kepada kebenaran akan membuat kita kaya, sukses dan bahagia. Bukankah uang lebih konkret dan menjanjikan? Orang yg korupsi tdk percaya bahwa kebaikan, kebenaran dan kejujuran akan menghasilkan keuntungan. Mereka tdk percaya akan janji Tuhan yg akan memberikan kehidupan yang jauh lebih baik kepada orang – orang yg melakukan kebenaran dan kebaikan. Padahal bukankah sejarah membuktikan bahwa orang – orang yg memihak kebenaran selalu mendapatkan kebaikan dari Tuhan ?
  2. Masih banyak orang yg menganggap bisnis semata – mata sebagai usaha untuk menghasilkan uang. “Kalau bukan untuk uang lantas untuk apa ? “ biasanya yg mereka tanyakan. Lagipula apa hubungannya antara bisnis dengan spiritualitas ? Padahal, bisnis adalah kegiatan spiritualitas. Dalam berbisnis terbuka berbagai pintu kearah surga.Bukankah dasar dan hakekat bisnis adalah melayani orang lain? Bukankah bisnis berarti memberikan tenaga, waktu, pikiran dan jiwa bagi kebaikan orang lain ? Bukankah kita hanya bisa menang kalau kita memenangkan, menguntungkan, membesarkan, dan memuliakan orang lain ? Bisnis yg berfokus pada uang adalah bisnis yg berjangka pendek. Paradigmanya adalah “Saya mencari uang.Karena itu, saya melayani.”  Bandingkan dengan paradigma pebisnis yg mengutamakan spiritualitas yg mengatakan. “Tujuan saya adalah melayani orang lain. Dan karena itulah, saya mendapatkan uang.” Para pebisnis biasa mengatakan “Saya memberi karena saya mendapatkan.”  Sementara para spiritualis mengatakan,”Saya mendapatkan karena saya memberi.”  Semakin kita mau merenungkan paragraf ini. Semakin yakin bahwa kita perlu mengubah paradigma kita dalam berbisnis. Ketika berfokus pada uang, kita mengabaikan pelayanan, tetapi ketika berfokus pada pelayanan, kita akan mendapatkan keuntungan dari konsekuensinya. Bukankah orang yg senantiasa menguntungkan orang lain selalu dicari orang ? Inilah yg disebut bisnis sebagai ibadah. Bisnis sebenarnya pengejawantahan pengabdian kita kepada Tuhan dengan cara melayani orang lain dengan sepenuh hati.
  3. Banyak orang yg belum bisa melihat bahwa bisnis yg benar pasti akan membuat pelakunya menjadi spiritual dari waktu ke waktu. Mengapa ? lihatlah bagaimana sebuah persaingan bisnis terjadi. Bukankah persaingan yg hakiki dalam bisnis adalah persaingan untuk menjadi lebih baik dalam melayani, menguntungkan dan memuliakan orang lain ? Bukankah hakekat dalam bisnis adalah memperbaiki diri sendiri agar menjadi lebih dipercaya dan dapat diandalkan. Steven Covey dlm The Speed of trust “Nothing is as fast as the speed of trust.” ? Karena itu, Bisnis yg benar selalu merupakan penggerak yg kuat kepada para pelakunya untuk menjadi spiritual dari waktu ke waktu. Hanya bisnis yg serakah dan mementingkan uanglah yg akan menggerus kemampuan menghasilkan serta memunculkan keluhan dan kecaman orang lain.
  4. Banyak orang mengatakan rumus terpenting dalam hidup adalah segala sesuatu haruslah dicapai dengan kerja keras. Orang jenis pertama adalah yg bekerja keras, memberikan jiwa dan raganya untuk kepentingan orang lain, sehingga menghasilkan kebahagiaan dan uang. Mereka ini telah membayar dimuka karena itu dapat menikmati dengan tenang. Namun, banyak orang yg tdk percaya dengan hukum alam ini. Mereka berfokus pada uang dan ingin mendapatkannya tanpa bekerja keras. Mereka mengira dapat luput dari bekerja keras. Padahal, hukum alam tetap berlaku, jika tdk mau membayar dimuka, maka harus membayar dibelakang bahkan dengan cara – cara yg jauh lebih keras. Bekerja keras untuk menjustifikasi layaknya harta yg didapat tsb. Ini lah yg terjadi pada koruptor.  Dan ini pula yg menyebabkan mereka tak pernah merasa bahagia.

Sumber : SWA “Gelombang baru bisnis musik”– Hal.141

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: